Girilaya Real Groups

Seo Developer and Review

Penjualan Turun 50% Akibat DP KPR Tinggi

Jual Rumah Murah Bisa KPR Bandung

Jual Rumah Murah Bisa KPR Bandung

Uang muka atau down payment (DP) rumah yang tinggi dinilai sebagai salah satu penyebab sulitnya masyarakat untuk mendapatkan rumah impian. Namun, keluhan ini tidak hanya datang dari para konsumen calon pembeli atau pemilik rumah. Pengembang juga mengeluhkan auran DP yang terlalu tinggi.

Bahkan, saat tahun 2013, pemerintah menerbitkan pengetatan Loan To Value (LTV) sehingga masyarakat harus membayar DP minimal 30% dari harga rumah. Pada masa tersebut, pengembang mengklaim bah penjualan rumah dan properti lain menurun hingga 50%. Dalam satu laporan, ada pengembang yang di tahun-tahun sebelumnya dapat menjual properti sebanyak 40 hingga 50 unit per tahun, namun setelah pengetatan LTV tersebut diterbitkan, penjualannya menurun hingga hanya sebanyak 20-25 unit per tahun.

Baca Juga :   Vivo V5s Gold dengan Kamera 20 MP Kini Bisa Dipesan

Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Masyarakat dinilai kurang mampu untuk dapat membeli rumah dengan DP yang mahal. Sebagai contoh, untuk dapat membeli sebuah rumah di jual di Bandung dengan harga Rp 300 juta, calon pembeli harus menyediakan uang sejumlah Rp 60 juta. Hal ini tentunya sangat memberatkan masyarakat sehingga angka penjualan rumah menurun drastis.

Penurunan paling terasa ada di segmen rumah menengah dengan kisaran harga Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Padahal segmen tersebut menyasar masyarakat menengah yang ketika itu sedang tumbuh ekonominya.

Padahal, kebutuhan kelas menengah ketika itu sedang tinggi akan kebutuhan hunian. Hal tersebut didukung pula dengan tingginya pasokan rumah yang tersedia yang telah disiapkan oleh pengembang. Namun, karena kewajiban pembayaran DP yang tinggi tersebut, kebutuhan rumah sulit terpenuhi.

Baca Juga :   Keindahan Alam Kawah Putih Ciwidey

Ada pula masyarakat yang sudah menginginkan untuk membeli rumah kedua karena ekonominya sedang tumbuh. Atau karena mereka sudah memiliki anak dan ingin membeli rumah kedua dengan ukuran yang lebih besar. Namun, hal tersebut sulit tercapai karena tingginya DP dan ketiak sanggupan untuk membayar DP tersebut.

Keterangan tersebut didukung dengan data survei BI yang menyebut terjadi perlambatan penyerapan rumah pada triwulan I tahun 2014 setelah kebijakan tersebut diberlakukan pada September 2013. Karena pengetatan tersebut, Penjualan di triwulan I 2014 turun menjadi hanya 15,33%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Girilaya Real Groups © 2017 Frontier Theme